CERITA GLOBAL


CERITA GLOBAL
BY: NOVIE EKA SARI SETIAWAN

Bumi kita sudah semakin panas,manusia sudah semakin  kurang perduli. semua yang ada dibumi ini dieksploitasi habis-habisan yang membuat bumi mengaum. Sebagian orang banyak yang bisa berbuat lebih  tetapi tidak melakukan apa-apa, dan sebagian lainnya bisa melakukan sesuatu tetapi tidak besar. Suatu  hariada anak bertanya kepada ibunya.
Si Anak           : “Ibu apa sekarang musim hujan”.
Ibu                   : “Musim kemarau sayang”.
Si Anak           : “Tapi kok kemarin hujan,trus kemarinnya lagi panas trus mendung truspanas?”.
Ibu                   : “Karena cuacanya tidak menentu sayang”.
Si Anak           : “ Ibu lagingapain”.
Ibu                   : “Menanambunga sayang”.
Si Anak           : “Kenapa?”.
Ibbu                 : “Untuk bantu bumi biar punya udara sehat”.
Si Anak           : “Kenapa?”.
Ibu                   : “Karena paru-paru manusia sudah banyak yang hilang, manusianya buang   
  sampah sembarangan dan tidak mau merawat tanaman”.
Si Anak           : “hilang, memang paru-paru manusiabisa hilang?”.
Ibu                   :”sayang, paru-paru manusia itu hutan yang dihuni pohon-pohon hijau yang sejuk. yang menjulang tinggi dan tempat berlindung sebagian satwa hutan seperti burung. Hutan itu juga yang membantu manusia untuk mendapatkan udara yang sejuk dan segar yang bisa menyehatkan manusia”.
Si Anak           : “oh seperti di malang ya ibu”.
Ibu                   : “iya nak, seperti itu”.
Si Anak           : “Trus kenapa hutannya bisahilang”.
Ibu                 : “Hutan hilang karena disebabkan oleh manusia sendiri sayang.  Menebang seenaknya tetapi tidak mau melestarikan kembali. Jadi bumi marah dan mengakibatkan banyak bencana dan udara yang semakin panas”.
Si Anak           : “Kenapa bisa begitu ibu”.
Ibu                   : “Tuhan menciptakan banyak makhluk di bumi ini, salah satunya adalah tumbuhan yang ada dihutan. Nah coba ibutanya kalo mainan ade dirusak orang atau diambil orang adhek gimana?”.
Si Anak           : “Adhek nangis trus marah ibu”.
Ibu                   :”Nah, buminya juga begitu karena banyak tumbuhan yang diambil dan dirusak makanya buminya marah”.
Si Anak           : “Jadi harus bagaimana ibu?”.
Ibu                   : “Adhek masih kecil jadi belum bisa menjaga hutan dan bumi, tetapi adhek bisa bantu bumi dirumah”.
Si Anak           : “Bagaimana ibu?”.
Ibu                   : “Adhek tidak boleh membuang sampah sembarangan,adhek harus menjaga tanaman-tanaman yang ada dirumah, trus menanam bibit-bibit baru. Jadi buminya bisa ditolong”.
Si Anak           : “Emangnya bisa ibu hanya begitu saja”.
Ibu                   : “Sayang ini memang halyang sangat kecil tetapi bisa membantu bumi dengan baik. Kalo ingin melakukan halyang  besar harus dimulai dulu dengan hal yang sangat kecil”.
Si Anak           : “iya, Ibu. Jadi mulai sekarang adhek mau jagain tanamannya biar tumbuh besar dan menjaga bumi”.
Ibu                   : “Iya”.

            Kesadaran itu dimulai dari hal yang paling kecil, ketika hal kecil tidak bisa kita lakukakn maka hal besar akan mustahil kita raih. Bumi adalah tempat berlindung bagi setiap insan makhluk  yang ada didalamnya ketika tidak ada keseimbangan maka akan terjadi ketidakstabilan.
Stop global warming. Mulailah dari pekarangan rumah dan sekitarmu. Satu pohonlebih baikdari pada tidak sama sekali. Untuk semua anak bangsa mari menjaga bumi kita dengan baik, dan semoga cerita diatas menghiburmu.
NB:
PHOTO FROM PERSEMBAHAN UNTUK ALAM (FB)

Komentar